-Yogyakarta, 3 /2/2025- Mahasiswa program Gadjah Mada International Fellowship (GMIF) yang belajar bahasa Indonesia di Language and Culture Learning Service (INCULS), Universitas Gadjah Mada, mengunjungi Museum dan Pabrik Cokelat Monggo pada 3 Februari 2025. Museum sekaligus pabrik ini berlokasi di Jl. Tugu Gentong, Sribitan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan ini merupakan bagian dari kelas menulis yang memberikan pengalaman langsung dalam menulis serta melatih keterampilan berbahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
Headline
-Yogyakarta, 16/1/2025- Mahasiswa TIAS 2024 berbelanja ke Pasar Kranggan dalam rangkaian belajar bahasa Indonesia. Para mahasiswa berlatih tawar-menawar dengan para pedagang buah-buahan dengan bahasa Indonesia. Dalam melakukan kegiatan ini, mahasiswa didampingi oleh pengajar dan mahasiswa paruh waktu. Dengan tawar-menawar diharapkan mahasiswa dapat melatih kefokusannya dalam menyimak dan berbicara bahasa Indonesia.
Kegiatan belajar di luar kelas ini juga memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa TIAS. Sebelumnya, para mahasiswa TIAS ini belum pernah pergi ke pasar tradisional. Salah satu mahasiswa TIAS mengemukakan ketakjubannya terhadap pasar tradisional karena mendapati harga di pasar tradisional lebih murah daripada di swalayan. Mahasiswa ini juga mengemukakan bahwa dirinya akan lebih mudah menerapkan pola hidup sehat karena harga buah yang terjangkau. Kegiatan ini memberi manfaat jangka panjang bagi mahasiswa TIAS mengingat para mahasiswa ini akan belajar di UGM selama beberapa tahun untuk menempuh tingkat sarjana/magister/doktor. Di samping itu, kegiatan ini tidak hanya disambut antusias oleh para mahasiswa TIAS, tetapi juga para pedagang buah. Para pedagang merasa terhibur sekaligus kagum dengan kemampuan mahasiswa TIAS dalam menawar. Selain itu, para mahasiswa ini tidak hanya membeli buah saja, tetapi juga membeli makanan ringan tradisional. Para mahasiswa tidak segan mencicipi kuliner tradisional di Pasar Kranggan, seperti jenang, gorengan, dan sebagainya.

-Yogyakarta, 7/1/2025- Monash University bekerja sama dengan Indonesian Language and Culture Learning Service (INCULS) Universitas Gadjah Mada menjalankan sebuah program inovatif yang didedikasikan untuk pemula yang ingin mempelajari bahasa dan budaya Indonesia bernama Monash Global Immersion Guarantee melalui Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS) sebagai perantara program. Program ini tidak hanya menawarkan pembelajaran bahasa yang mendalam, tetapi juga memperkuat kerja sama internasional, sejalan dengan visi Sustainable Development Goals, khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas dan memperkuat kemitraan global.
Salah satu program intensif INCULS, The Indonesian Aid Scholarship (TIAS), telah selesai dilaksanakan. Program yang dimulai sejak September 2024 ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa penerima beasiswa TIAS dalam kemampuan berbahasa Indonesia. Program TIAS diikuti oleh tujuh mahasiswa dari empat negara, yaitu Timor Leste, Kepulauan Solomon, Papua Nugini, dan Nigeria.
Di INCULS, para mahasiswa belajar bahasa Indonesia pada tingkat Pemula 1 (A1) dengan enam mata pelajaran, yaitu membaca, kosakata, menyimak, berbicara, menulis, dan tata bahasa. Kegiatan pembelajaran berlangsung secara interaktif, baik di dalam maupun di luar kelas. Misalnya, dalam Kelas Berbicara, mahasiswa melakukan bermain peran jual-beli dan menyusun puzzle rumah 3D, kemudian menjelaskan hasil karyanya di depan teman-teman. Sementara itu, kegiatan luar kelas dilakukan dalam Kelas Membaca, dengan kunjungan ke Keraton Yogyakarta, serta dalam Kelas Menyimak, dengan latihan tawar-menawar dengan pedagang buah di Pasar Kranggan.
Dear Students,
Warm greetings from Yogyakarta.
We would like to bring your prompt attention to the following matters:
1. If you have never studied bahasa Indonesia at all and want to be placed in Beginner Class 1 (A1), you do not need to take this placement test. However, please note that you must inform us by responding or replying to this e-mail.
2. As an INCULS student who enrolled in the Regular Program Even Semester Academic Year 2024/2025, you are required to take the INCULS placement test as an instrument to determine your Indonesian language skills level. The test will take place online on Thursday, January 30, 2025 at 10:00 AM Jakarta time (GMT+7).
INCULS of Cultural Science Faculty, Universitas Gadjah Mada is opening the registration for Regular Program Indonesian Language Class of Even semester 2024/2025! Don’t miss the dates and check posted schedule. For further information regarding the INCULS Regular Program, visit the link 🔗ugm.id/RegularProgramInfo. Selamat belajar! 🙌😆


Dr. Wira Kurniawati, M.A. dengan judul makalah “Memperkenalkan Jamu sebagai Produk Budaya dan Kearifan Lokal Indonesia melalui Pembelajaran BIPA” memaparkan bahwa proses diplomasi budaya melalui pembelajaran BIPA bisa dilakukan dengan memanfaatkan materi ajar berupa obat tradisional Indonesia yang telah dimanfaatkan dari generasi ke generasi yaitu jamu. Tulisan yang dipaparkan beliau bertujuan untuk deskripsi pengembangan materi ajar BIPA yang memiliki dasar budaya dan kearifan local, khususnya jamu. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka, kuesioner, langkah pengembangan materi ajar menurut Brown, serta praktik pembelajaran di kelas. Dari penelitian ini ditemukan bahwa jamu dapat menjadi salah satu cara yang strategis dan menarik untuk memperkenalkan budaya dan produk kearifan lokal Indonesia kepada pemelajar BIPA. Selain itu, tema jamu dapat menjadi materi yang cocok dengan berbagai topik yang relevan sesuai level para pemelajar baik dalam pengajaran keterampilan reseptif (Menyimak dan Membaca) maupun keterampilan produktif (Berbicara dan Menulis).
Selanjutnya, Hanny Luvytasari, S.S., S.I.P., M.A. dengan judul makalah “Strategi Pembelajaran Tata Bahasa BIPA melalui Latihan Integratif Berkonteks Budaya” memparkan bahwa latihan secara intensif sangat diperlukan untuk memperkuat pemahaman pemelajar terkait materi tata Bahasa, khususnya di kelas BIPA. Tulisan karya beliau ini bertujuan untuk menguraikan strategi pembelajaran tata bahasa BIPA melalui latihan integratif berkonteks budaya. Penelitian dilakukan melalui pengamatan, kuesioner, dan wawancara. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pemelajar BIPA lebih tertantang untuk mengerjakan Latihan tata Bahasa integratif menggunakan teks berkonteks budaya. hal tersebut dapat membantu peningkatan pemahaman pemelajar BIPA mengenai pengayaan materi.

Sementara itu, para pembicara dalam sesi panel forum ini adalah Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali; Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa; Ketua APPBIPA Pusat; Ketua Balai Bahasa Indonesia Perth; pengajar BIPA di Nanzan University; serta pengajar BIPA di University of Sydney.
Dalam kegiatan ini, pengajar dan pegiat BIPA dapat saling bertukar pikiran dan mendiskusikan gagasannya untuk mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia serta memajukan pembelajaran BIPA di lembaganya masing-masing.

In the Advanced Level KNB Program Listening class, lecturer Ilfat integrated cultural material on the topic of Nasi Tumpeng interactively by inviting students to compete in arranging Nasi Tumpeng Mini. That way, apart from learning language skills, students also get to know Nasi Tumpeng, and directly go through the process of making and arranging it. Through this method, students can feel the excitement and sense of togetherness that is felt in making Nasi Tumpeng.
As a continuation of INCULS in globalizing the Indonesian language through BIPA teaching, on Friday, March 1 2024 INCULS held an Indonesian culture class for seven foreign students studying at INCULS. One of the Indonesian cultures they studied was karawitan so they gained new experience and knowledge. Karawitan culture is a traditional art that is famous in Java and is played by beating (hitting) the gamelan with the slendro and pelog scales. The word karawitan comes from Javanese, namely the word ‘rawit’ which means smooth and soft.

Apart from learning culture, they of course also learn Indonesian in class with native Indonesian lecturers and outside the classroom with UGM student tutors. During the language learning process, they acquire six Indonesian language skills, namely listening, speaking, writing, reading, vocabulary, and grammar skills. Apart from that, they also had the opportunity to talk directly with Indonesian people, such as when shopping in Malioboro.

The seven foreign students who are studying Indonesian language and culture at INCULS are students from Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Japan. They took part in an intensive program at INCULS for three weeks, February 19 – March 8 2024. Thank you for trusting INCULS UGM to learn Indonesian language and culture. See you next time!


