Yogyakarta – Sekelompok mahasiswa dari National Chengchi University, Taiwan datang UGM pada 20, Juli. Tujuan mereka mengikuti program musim panas yang diselenggarakan INCULS. Selain mempelajari bahasa Indonesia, program ini memberi kesempatan bagi peserta mengalami kekayaan budaya Indonesia lewat berbagai kelas dan kujungan kota.


Salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah lokakarya membatik, dalam kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan filosofi batik serta belajar menggunakan canting untuk membuat motif batik mereka sendiri. Melalui pengalaman tersebut, peserta dapat memahami setiap motif batik memiliki makna dan nilai budaya diwariskan dari generasi ke generasi.

Peserta juga mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Prambanan, dua warisan dunia UNESCO yang menjadi simbol penting peradaan Indonesia. Selama kunjungan, mahasiswa belajar sejarah pembangunan dan nilai-nilai peragamaan candi. Kegiatan ini membantu peserta memahami perkembangan sejarah Nusantara sekaligus memperkaya pengetahuan mereka tentang warisan budaya Indonesia.
Selain itu, mahasiswa mengikuti Jeep Tour di kawasan Gunung Merapi yang memberikan pengalaman langsung menyaksikan jejak letusan, mengunjungi Museum Sisa Hartaku, serta memahami kehidupan masyarakat yang berdampingan dengan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Kegiatan ini adalah pembelajaran lapangan yang patut diingat sebelum program berakhir.
